Followers

Sabtu, 31 Maret 2012

Panas Dingin Proyek Part 2

-->
Jam 18.30, suasana kantor yang bisanya rame dengan mereka-mereka yang lapar dan hendak makan malam, terlihat ga biasanya. Semuanya masih di mejanya. Ada beberapa orang saja yang sedang bersiap untuk segera berangkat. Karena jam 19.00 acara dimulai. Beberapa dari mereka masih di pusingkan dengan tanggungan kerjaan yang saat itu juga harus segera di persiapkan untuk segera di send. Ya kantor tak seperti biasanya. Ada atmosfhere kesenangan. Sebuah pengharapan sejak lama, setelah berlama-lama otak dan otot mereka diperas. Untuk ditukar dengan uang.
19.00. Semua orang berbondong-bondong mendatangi lokasi. Mereka datang bergantian. Ke tempat itu. Wajah mereka yang biasa bermandi keringat dan keluh kesah, kini nampak seperti tikus gurun yang menemukan oasis. Bercahaya..bergairah. Di tempat itu, tak jauh dari kantor, sebuah restaurant dan karaoke kelas platinum, yang mereka sebut D*WI A**.
Nampak sebuah room besar, dan memang yang paling besar. Terlihat LCD besar, serta sofa yang tertata rapih dengan meja yang tertata didepannya. Lampu yang elegan, dengan interior yang lumayan memukau. Semuanya nampak elegan. Mungkin akan menjadi makan malam yang tak biasa, ya sedikit mewah.
Acara itu diawali dengan beberapa kata pengantar dari beberapa orang saja, baru kemudian mereka mulai makan malam dengan menu makan malam kelas elite, yang sudah tersaji di luar room. Mereka yang sedari tadi berlomba nyanyian perut kini bisa makan dengan puasnya. Ya, semua orang sibuk dengan makanannya.
Acara dinner berakhir. Semua orang berhenti menyentuh makanan. Dan kemudian salah seorang dari mereka mulai memainkan remote karaoke dan memilih lagu untuk dinyanyikan. Wow..ternyata kini acara mereka berganti, sekarang menjadi karaoke. Semuanya nampak biasa saja. Musik dilantunkan, lagu dinyanyikan, beberapa orang menyanyikan lagu lawas, tapi sebagian lainnya memilih lagu era jaman sekarang, dan sisa lainnya hanya bersorak soray dan tepuk tangan.
Tapi tak lama, ada yang aneh malam itu. Saat waiters membawakan gelas-gelas kosong dalam jumlah yang banyak. Untuk apakah?? Toh disini tak nampak ada minuman saji..Tapi kemudian sang empunya datang. Beberapa botol hijau didatangkan. Bahkan sebagian dari itu kelasnya diatas botol hijau. Waaww..nampak suasana menjadi panas. Sebagian besar dari mereka mulai menuangkan isi si hijau ke gelasnya masing-masing. Dan mereka yang TIDAK, hanya tersenyum dan menyaksikan kegelian itu.
Kini lagu karaoke yang dibawakan tampak semakin ganas. Ruangan itu samar-samar terlihat, karena penuh dengan kabut asap rokok yang tak bisa bergerak.Beberapa orang nampak terbawa suasana dan turun ke tengah stage sambil ikut bergoyang bersama dantuman lagu yang membakar suasana. Seseorang mulai mematikan lampu utama dan menggantinya dengan lampu laser bergaris dan sparkle bergerak, percis seperti diskotik malam hari. Dan mereka para wanita, nampak berpegangan tangan, seperti mulai tak nyaman dengan suasana yang ada.
Kini bukan lagi acara makan-makan biasa, atau sekedar berkumpul dan bercengkrama. Waiters kembali masuk dengan membawa kerat berisi botol hijau. Dan mereka-mereka, para singa semakin ganas dan meraung ingin terus meneguk dan masuk ke dunia mereka malam itu. Botol demi botol dihabiskan. Beberapa orang bersamaan mangangkat gelas sambil tertawa dengan sangat keras, seperti sangat bahagia, tak ada beban, tak ada keluh kesah, happy, hanya itu. Bahkan mereka yang menyanyi, seperti ingin bernyanyi sesuka hati, berteriak, bersenang-senang, bergoyang. Tarian dewasa antara pria. Mengerikan.
Mereka para wanita akhirnya pulang, dan tak ada yang tersisa. Namun ternyata beberapa Angel(wanita penghibur) sengaja di datangkan. Bukan untuk di apa-apakan. Hanya untuk didatangkan sebagai pelengkap. Tapi apa yang terjadi??? Wanita-wanita itu memilih duduk merapat dengan seorang pria tua renta yang sejak awal acara hanya duduk manis tanpa melakukan sesuatu apapun selain berpotret, makan, dan menyaksikan kegilaan singa-singa yang sedang lapar.
Para Angel, mulai diminta untuk bernyanyi dan menemani berjoget. Mereka tampak asik. 1 demi satu lagu terlewati dengan kegembiraan yang nakal. Namun lama kelamaan para singa semakin lapar. 2 orang Angel memilih untuk keluar, kabur dan tak berani masuk kembali. Beberapa orang singa semakin terbuai dengan dunia tak berlogika. Kepala mereka semakin berat. Mereka bergelora, bernafsu, dan nakal. Ada yang membuka pakaian mereka, hanya bercanda, tapi itu candaan dewasa. Di depan para Angel, para wanita.
Hahaha…ya seperti itu lah mereka menghabiskan waktu malam itu. Sebagian besar dari mereka. Walaupun ada juga yang tak suka dan memilih hanya menunggu di luar dan berharap acara segera berakhir dan lekas tidur.
Ini kehidupan nyata. Panasnya kehidupan di dunia proyek. Sebuah acara yang mereka bilang Party. Sebuah acara yang nampak biasa saja untuk seorang Bos Jepang. Sebuah moment yang mereka peruntukan untuk melepas keluh kesah selama bekerja, seperti robot dan romusha. Sebuah acara untuk mengumpulkan mereka yang berbeda-beda posisi dan golongan. Semuanya menjadi satu. Dalam satu mangkuk besar, PARTY.
Semua ini akan berbeda-beda pandangan bila dilihat dari kacamata masing-masing individu. Seperti gue misalnya yang hanya bisa tersenyum, dan menguatkan hati untuk tetap mengucapkan Astaghfirullohaladzim…semuanya ada di tangan kita, di hati kita.
This is Real…semuanya ada di Panas Dingin Proyek

Senin, 26 Maret 2012

Mereka Bilang Ini Ulang Tahun

-->
aku berkelana di dunia mimpi. Tapi tiba-tiba ada sesuatu yang mengganggu telingaku, sampai-sampai memaksaku tuk segera pergi dan kembali ke dunia sebenarnya. Di sini, di atas tempat ku berbaring, aku hanya terdiam. Menyadari bahwa pekerjaanku mencuci belum usai. Tapi aku hanya diam mematung. Memutar memori sejenak.
Dimana aku?
Kemudian terlintas mereka, orang-orang yang aku sayang. Hanya mampu menghela nafas, saat menyadari bahwa malam itu hanya ditemani kesendirian. Ya..hanya aku dan nyanyian alam.
Tapi kemudian, mataku tertuju pada kandang mungil di tepi kamar. Aku pun menghampirinya. Ku lihat ada makhluk kecil yang tengah tertidur. Ia terbangun saat ku membuka pintu rumahnya. Dan malam itu kami bercerita banyak.
Aku menceritakan semua perjalanan hidupku setahun belakangan ini. Tentang kerja keras, perjuangan, ketabahan, keberhasilan, kesedihan, keahagiaan, keputus asaan, kejujuran, ketulusan, semua tentang yang telah terjadi, tentang aku dan mereka.
Sampai aku lelah bercerita, tapi makhluk mungil itu hanya terdiam. Menatapku sendu. Seperti hendak mengusap airmata ku yang jatuh perlahan.
Hey, kenapa kamu menangis, tersenyumlah, ada aku disini
Aku terkejut, mahluk mungil yang biasa kusebut cupi itu berbicara, seekor hamster lucu teman terbaikku.
Aku bahagia cupi, aku bisa melewati semua ini, satu tahun ini.
Aku tau, tapi aku rasa kamu juga merasa sepi. Bukankah sperti itu?
Ya, tapi itu bukan segalanya.
Mari kita rayakan malam ini bersama. Aku telah mengundang teman-temanku. Lihatlah, semut-semut itu berbaris hendak mengucapkan selamat kepada mu. Dan pasti kau dengar di luar sana, jangkrik dan toke bernyanyi beriringan melantunkan lagu paling indah dan tulus. Dan cicak di atas sana tengah memotret kebehagiaan kita bersama. Hahaha..kita berpestaa…
Aku hanya tertawa, tersenyum kegirangan.sambil mengangkat 2tangan cupi.
Tapi tiba-tiba semunya buyar.
Selesai.
Aku tersadar dari lamunan menakjubkan barusan. Pembicaraan ku dengan cupi, pestaku, semuanya tersapu. Ternyata aku hanya berkhayal. Hingga aku harus seperti cinderella yang harus mengerjakan pekerjaan rumah, mencuci pakaian di tengah malam pukul 23.47.
Untung mataku belum bermalas-malasan. Tanganku pun masih asik dengan baju-baju itu. Tapi tiba-tiba handphone ku berdering. Tampaknya seseorang menelepon. Tengah malam seperti ini, ada orang menelpon??!!! Arghh..
Ya hallo..kenape?
Ternyata itu telepon dari teman-teman kerjaku. Ya mereka yang gila dan belum berhenti bekerja. Masih di kantor, dan masih saja gila. Haha…mereka bilang selamat ulang tahun, dan aku hanya tertawa, bingung harus berkata apa selain tertawa dan mengucapkan terimakasih. Ya terdengar suara S*k*m yang seperti biasa selengean, suara pa D*ni yang bernyanyi happy birthday dengan nada suara berat khasnya, pa W*hy* yg samar samar seperti perilaku beliau yang kurang jelas,hehe, dan suara Ahm*d yg tak nampak sperti hantu. Aku menutup telepon sambil terus tertawa, dan kembali dengan cucian yang melambai ingin di sentuh.
Baru 3 langkah, handphone ku kembali berdering. Aaahh…apalagi ini. Dan saat aku melihat layar ponsel, ternyata itu kodok. Pria setengah normal, tetangga rumahku, yang kemarin-kemarin setiap tahun selalu muncul di bulan agustus dan berakhir di bulan september, yang setiap tahun selalu mengampuniku yang suka tiba-tiba menghilang, yang pernah membuat aku illfeel, yang bisa membuatku menyerahkan kunci rahasia tanpa diminta, yang selalu mengganggu sebagian perhatian ku, yang namanya memenuhi inbox di handphoneku, ya dia Kodok..
Selamat ulang tahun..
Ya, itu kalimat yang jelas terdengar. Dia mengeluh karena tidak menjadi yang pertama mengucapkannya. Karena nomorku sibuk saat dia berusaha menelpon. Tapi aku tak mempermasalahkan pertama, kedua, atau ketiga. Mendengar suaranya yang tampak serak seperti kodok karena sedang sakit saja sudah cukup.haha, thanks my dear,kodok jelek.
Yaps, malam yang menggelikan. Handphoneku tak berhenti berbunyi. Inbox ku penuh dengan ucapan-ucapan selamat dan doa-doa. Aku hanya bisa membalas dengan ucapan terimakasih dan mengamini doa-doa mereka. Dan malam itu pun, kau bercerita banyak pada Alloh, tentang kebahagianku, pengharapanku, dan berbagai kesedihanku. Sampai akhirnya aku lelah dan tertidur di atas sajadah.
16 maret 2012,
Pagi-pagi sekali keponakan kecil ku Azka sudah menelpon, “selamat ulang tahun tante…..” uuuhhh nice morning.awal yang indah di pagi hari yang cerah.
Menyusul juga ucapan dari ibu ku, ayah ku, dan kakakku. Kali ini ibu ku merangkai kalimat dengan begitu indah, puitis, namun naturalis. Sederhana, tapi sangat menyentuh. Bahkan airmata ku tak tertahan menetes begitu saja.
22 tahun yang lalu,
16 maret 1990 pada pukul 08.42 , aku melahirkan seorang anak perempuan.
Dia cantik, seperti malaikat yang dikirim Allah untuk membahagiakanku.
Selamat ulang tahun anakku sayang, semoga Allah selalu menjagamu dan mencurahkan kasih sayangnya untukmu, maafin mamah karna ngga bisa ngebahagiain intan.
sedih sekali membaca.  
Maafin intan mah, buat semua kesalahan dan kekhilafan Intan. Intan belum bisa ngebahagiain mamah dan papah
Dan di kantor, aku bekerja seperti biasanya. Namun teman-temanku mengirim sinyal untuk ditraktir makan siang bersama. Tapi seperti mengharapkan air di gelas kosong, sebuah ketidakmungkinan, sbuah kehampaan, karena memang dompetku hampir tak bernyawa. Sudah dua minggu ini aku bertahan hidup dengan perjuangan uang recehan (lebay).
Namun bak mendapat lemparan gepokan uang, seoarang bapa pemberi ilmu, bapak-dari para bapak-bapak , bapak baik hati yang mengaku tidak pernah tua, bapak yang tidak pernah berhenti menjadi komentator dan pendongeng, mengajak aku dan teman-teman untuk makan bersama merayakan hari kelahiran ku untuk yang kesekian puluh tahun.
Horeeeeee….alhamdulillah, rezekiii…
YA, MEREKA BILANG INI ULANG TAHUN….
Ku buka jejaring sosial yang ku punya, ternyata disana penuh dengan ucapan selamat dan doa-doa dari teman-teman dan orang-orang terdekatku. Terimakasih semuanya, terimakasih untuk ucapan selamat dan doa-doa.
Kebahagiaanku tak berhenti sampai disini. Saat aku pulang ke Bandung, aku pergi makan malam dengan kodok di sebuah café artistik three house di Ciwalk. Malam itu aku bersikap seperti biasanya aku makan malam dengannya. Dan dia pun sama. Namun tiba-tiba, aku dikagetkan dengan kemunculan 2 pegawai three house yang bernyanyi sambil membawakan mini cake dengan lilin kecil yang menyala diatas nya, serta bungkusan kado…”happy birthday to you..happy birthday to you…”
Wajahku pun mendadak merah padam, malu bercampur bahagia teraduk disitu. Haha, thank u so much my dear for little surprise, hihiwww…
Ya begitulah kisah nya. Dan mereka bilang ini ulang tahun.
Padahal ini adalah momen berkurangnya usia. Saat manusia semakin kehilangan masa hidupnya. Saat manusia semakin dekat dengan kematiannya, saat manusia semakin dipaksa untuk terus mendekatkan diri dengan sang Maha Pencipta, Alloh SWT.
Ya, di usia ini aku memang belum menjadi apa-apa. Dan bukan sebagai siapa-siapa. Tapi aku tau sedang dimana dan akan kemana. Aku terus berdoa dan memohon kepada-Nya, semoga sisa usiaku benar-benar menjadi waktu berkualitas yang aku gunakan untuk mengumpulkan segala sesuatunya untuk bekal di kehidupan abadi.
Ya begitu lah…ini kisahnya. Mereka bilang, ini Ulang Tahun…

Sabtu, 03 Maret 2012

Panas Dingin Proyek

Proyek??!
Hidup dilingkungan seperti ini emang keras. Emosi, pergaulan, dan cara hidup pun kadang ga mudah buat mengkontrolnya. Saat emang lagi fire, susah buat membuatnya jadi lembut  seperti ice cream. Di marah-marahin, dibentak, bahkan sentilan fisik sepertinya udah biasa dan bisa jadi menu santap makan, kalo disebutnya sih..SARAPAN MERECON.wkwkwk

Di sini, banyak orang-orang yang datang dan pergi. Tergiur untuk bekerja dan berpenghasilan, meniti karir, iming-iming uang, ajakan teman, atau mungkin bahkan sekedar iseng dan mencoba. Ya sebagian mereka sebenernya emang ga tau gimana dan seperti apa kehidupan di lingkungan proyek seperti ini. Banyak mereka-mereka yang mutusin buat gabung, tapi ternyata menyerah, dan mutusin buat out gitu aja. Sampe-sampe ada yang baru seminggu udah ngibarin bendera putih gitu aja.haha
Ini emang bukan sekedar kehidupan biasa. Ibarat makan baso, semua rasa ada.  Ya seperti di sini. Semua orang dengan segala perbedaannya tumpah ruah. Dan yang paling gue sorot di sini, adalah mereka yang milih buat bersahabat ama minum, party, and ladies. Ini menarik buat gue, uhuy..
Gimana asemnya pergaulan di Proyek???

Suatu hari seorang pria tiba-tiba nyapa gue di alfa “eh, belanja sendiri. Traktir dong”.ehmm..gue loading, mikir bentar buat nginget siapa ni orang. Gue emang ga kenal, tapi liat dari seragamnya bias gue pastiin ini temen satu perusahaan juga. Alhasil gue langsung bales aja omongannya itu, secara ga enak juga kalo dicuekin “eh iya pa, kebalik pa yang harusnya traktir bapa, bukan saya” sambil gue nyengir kepaksa.haha. Ga lama gue liat di kasir, ternyata doi bawa tentengan 5 botol berwarna hijau. Awalnya gue biasa aja, tapi pas gue balik liat lagi untuk lirikan kedua..jeng..jeeeenngg..ternyata itu minuman beralkohol. Ehemm
Yap..minuman-minuman kayak gini emang sering gue denger di kalangan orang-orang proyek, ya termasuk temen-temen kantor. Entah dengan kata samaran atau juga dengan nyebutnya blak-blakan. Mereka bilang ini ya biasa aja. Walaupun sebenernya buat gue sendiri dan sebagian orang lainnya ini adalah hal tabu, dan super anti buat dideketin atau bahkan dicoba.

Entah seperti apa rasanya minuman ini, sampe-sampe mereka (penikmatnya) ngerasa kalo ini adalah minuman spesial yang gue liat dari tampang-tampang mereka sih bisa bikin mereka happy. Kalo di tipi-tipi sih, orang bakal minum, kalo lagi stress, putus cinta, masalah keluarga, masalah kerjaan, atau entah problematika apalah..yang pemerannya tuh antagonis. Trus kalo di pilem sih, abis minum ngomel-ngomel tentang problemnya, sambil jalan goyang kanan goyang kiri, nabrak meja, dimarahin orang, berantem, dan akhirnya..KO.hhehehe…itu di pilem loh.
Pernah gue nanya ama salah satu temen kantor, kenapa orang-orang proyek suka minum-minum?. Dan doi berpendapat.
Ya namanya juga orang proyek, wajar lah yang kayak gitu mah. Mereka mungkin stress ama kerjaan. Secara kita kalo kerja dari pagi ampe malem, bahkan biasanya ampe subuh, yang bisa-bisa ga tidur.Jadi jalan mereka biar ga stress ya dengan minum itu”
Ehhmm, dan gue masih belum puas aja ama jawabannya. Kenapa ga cari hiburan lain buat ngelepas stresnya seain dengan minum?
“Ga cuman minum kok, mereka kan kadang suka pergi keluar, makan bersama, jalan-jalan, karokean, clubbing, atau mungkin  memanfaatkan jasa cewek happy(wanita peng***ur)”
HAHH??!!..jantung gue sedikit terpacu. Pembahasan gue makin bernyali. Makin ngeri aja gue ngeluarin pertanyaan. Padahal ini bukan dengan pelaku loh, jadi doi pun cuman sebagai saksi.
Kenapa yah, bisa sampe ke alesan yang terakhir itu, kenapa yah kira-kira?
“ya secara laahhh, jauh dari istri. Gaul di proyek sama laki-laki semua. Gimana ga bosen dan ga mumet. Mereka kan laki-laki dewasa, apalagi mereka yang udah beristri, mungkin mereka pengen menyalurkan hasrat batiniahnya, mau ketemu istri jauh, jadi ujung-ujungnyaaa..ya gitu lah”
Oke, gue cuman ngangguk dengan muka melongo. Dan saatnya gue berkata…OOhhh kayak gituu toooohh…hemh
Ini belum berakhir, masih panjang dan makin memanas. Terkadang ada istilah..
‘yu ah, ntar malem yo!’
’Botol merahh bukaaaa!!! ’
’Cikarang..cikarang yoooo!! ’
’ituu, lagi di sebelah’
’gimana si Angel?? ’
‘ospek dulu nih’
Dan masiiihh banyaaaak istilah lainnya.haha
yuhuuuuu.....
Ini emang dramatis. Dan gue mungkin bisa di bilang katro buat masalah ginian. Banyak  hal-hal yang ga bisa gue cerna dan gue pahamin. Setiap hari gue belajar memahami sisi kehidupan di sini.

Ga semua cara hidup mereka seperti itu. Buktinya, gue masih bisa ngeliat pemandangan orang-orang yang menuhin mushola. Melepas kepenatan hanya dengan canda tawa, internet, menghabiskan waktu dengan istri dan pasangan mereka, bahkan ada sebagian dari mereka yang mau melaksanakan ibadah sunah seperti shaum dan sholat sunah. Subhanallah..ini emang jadi pemandangan yang menyejukkan hati banget, di tengah kehidupan yang serba PANAS.

Ada sebagian dari mereka yang emang udah lama ga pernah lagi melaksanakan ibadah sholat.  Bacaan-bacaannya pun mungkin udah banyak bagian yang lupa. Dah bahkan ada yang menghindar tiap kali ada ajakan sholat yang menancap di mukanya, hanya di balas dengan cengar-cengir senyuman manis yang renyah lalu bilang "duluan aja".hemmh.

Suatu hari sempat ada adegan lucu. Dimana waktu itu gue mau sholat, tiba-tiba gue liat seonggok manusia (uuppss seorang maksudnya) berdiri di kamar mandi seperti sedang berwudlhu, yang kemudian keluar dengan kondisi wajah, rambut, tangan dan kakinya basah. Gue pasti yakin kalo dia abis wudlhu dooong pastinya. Akhirnya gue langsung nembak..
"pa, mau sholat juga ya?"
"hah?? eee..hmm" wajah bingung
"ayo pa, tungguin saya wudlhu dulu bentar ya"
"hemmh..aaaa..eeuu..i..i..iya" jawaban terpaksa dan serba salah
haha
gue sebenernya tau kalo dia kepaksa, tapi lumayan..akhirnya dia sholat juga. Walaupun ga mau jadi imam.haha

panas dingin kehidupan proyek ga cuman sekedar disini doang. Ini baru sebagian yang bisa gue share ama temen-temen semua. Dan pastinya banyak dari temen-temen yang lebih tau dan udah terjun di dunia konstruksi ini di banding gue. Oleh karena itu, gue masih mau ngulik panas dingin konstruksi. Dan lanjut ke part berikutnya
Oke gue ingetin lagi, cerita ini belum berakhir, masih panjang kisah gue selanjutnya. Dan masih seputar kehidupan di proyek.okee…see yaaaaaa…

nyang lain niihh..